Tanya Pada Rumput Yang Bergoyang

Ari Krisdianto // 20 Januari 2009

Minggu lalu ayik iseng-iseng mencabuti rumput di depan rumah yang sudah mulai meninggi.

Memang sudah lama sejak lebaran haji yang lalu rumput di rumah kontrakan ayik dibiarkan tumbuh begitu saja.

Ada sedikit pelajaran yang dapat diambil dari aktivitas ayik pagi itu. Rumput-rumput yang tumbuh di tanah yang lebih kering lebih susah dicabut daripada rumput yang tumbuh di tanah yang gembur lagi subur. Mereka (rumput yang tumbuh di tanah yang lebih kering) memiliki akar yang kuat menggenggam tanah, apalagi dengan karakter tanah kering yang berbatu. Sedangkan rumput yang tumbuh di tanah yang gembur mudah sekali mencabutnya.

Dan ketika rumput di tanah kering itu tercabut, tak banyak tanah yang ikut tercabut bersamanya. sedangkan bila rumput di tanah gembur kita cabut, banyak sekali tanah yang ikut tercabut disela-sela akarnya.

Ibarat rumput, manusia yang ditempa banyak masalah dan ditekan keadaan, ternyata lebih tahan ujian dan lebih mampu survive menghadapi berbagai masalah yang menghadang. Mereka lebih kreatif menghadapi hidup ini.

Ini karena mereka terbiasa menemui berbagai masalah, terbiasa menghadapi berbagai persoalan dan tentu saja terbiasa menghadapinya dengan caranya sendiri yang mungkin sudah pernah diujicobakan dalam berbagai keadaan yang dihadapinya.

Orang-orang seperti ini lebih susah "tercabut" dalam persaingan hidup ini. Dan bila akhirnya "tercabut" pun tak banyak orang yang ikut tercabut bersamanya.

Berbeda dengan orang-orang yang biasa dilayani, yang selalu dapat menjangkau apa yang diinginkannya, yang jarang bahkan tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Orang-orang ini panik bila suatu saat tiba-tiba mereka menghadapi permasalahan. Kaget, bingung, dan tak tahu harus berbuat apa.

Akhirnya orang-orang dalam tipe ini menyerah, dan mau tak mau mereka menyertakan orang lain disekitarnya untuk membantunya, menyelesaikan masalahnya, dan ikut "tercabut" bersamanya.

Padahal tidak selamanya orang lain dapat membantu kita, tidak selamanya orang lain akan hadir untuk mengulurkan tangannya untuk kita, dan tak selamanya kita harus bergantung pada orang lain.


coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang....

15 komentar

  1. hwehwe...kyak lagu sajah but nice post bror.

    BalasHapus
  2. hehehe... rumput mah kok di tanya.... hehehe.... peace.... mending bertanya ama pak guru aja....

    blog kamu good banget....
    terusin yach n rajin posting....
    salam blogger.....

    dari orang batak yang terdampar di tanah jawa....

    BalasHapus
  3. rumput yang bergoyang ...........

    hee .... tanya ama mas ebiet g. ade aja
    wkakakakaka

    BalasHapus
  4. Hidup ini adalah bagaikan panggung sandiwara... haha pakai kiasan lagi dan kayak judul lagu lagi... yah yang pasti menjadi lakonnya kita mau jadi apa ? pilihan ada pada diri kita sendiri...

    Rakhmat - Spirit of going to better life

    BalasHapus
  5. cie,,, keren amat bahasanya qqqq,,,, btw postingan kita yg di kublog udah musnah ya?

    BalasHapus
  6. iya ya...............
    kepikir juga, tapi tergantung kita2nya juga.....
    kalo dari pertama udah nyerah ya.....
    kekekekeke..........

    BalasHapus
  7. @renato
    lha kamu ditanyain diem aja sih so jadi tanya pada rumput yang bergoyang deh?hihihi...

    thx bro, salam blogger juga yuah...

    salam dari orang jawa yang terdampar di singkawang

    BalasHapus
  8. @WinMit
    ga punya nomer HPnya ebiet g ade nich so ga bisa tanya deh?hixs...


    qqqqqqqqqq

    BalasHapus
  9. @rakhmat
    hidup bagai panggung sandiwara so sekarang ayik ada di panggung donk?hayah....

    BalasHapus
  10. @pradzt
    tengkyu...tengkyu...

    kayaknya si udah musnah bro tapi ga tau juga ding, tanyain ke pey aja suruh tanya ma mas romadhon...ayik kadung banyak banget ik postingan di kublog & ayik ga punya back-upnya?hixs...

    BalasHapus
  11. @jifun
    makanya jangan nyerah, semangat...semangat...!!!

    BalasHapus
  12. @ifat
    karena rumput itu setia, meskipun kau injak2 dia tetep diem aja(hubungannya?)

    qqqq

    BalasHapus

Tulis Komentar Kamu pada Kotak di Bawah ini: