Cinta Yang Hakiki

Ari Krisdianto // 29 Agustus 2010

Aku menulis lagi tanpa harus memikirkan kalimat apa yang selanjutnya akan aku tulis.
Jari tangan terus saja menulis mengikuti alunan lagu dari ruang hati .
Ada satu hal yang kadang membuatku bingung sendiri.
Dan satu hal yang akan selalu menimbulkan pertanyaan dalam benakku.
Sebenarnya apa itu cinta?
Pertanyaan itu muncul sama sekali bukan karena sedang patah hati,
lagi jomblo,
sering jadi anti nyamuk yang kerjanya tepak-tepokin nyamuk gara-gara selalu nemenin temen pacaran,
atau bahkan karena trauma,
atau apalah dengan itu semua.
Tidak.
Itu bukan alasan.
Ini tentang cinta.
Cinta manakah yang hakiki.
Cinta siapakah yang sejati?
Kepada siapakah yang paling berhak diberikan cinta?
Hmm..
Tapi tunggu sebentar sebelum dijawab.
Aku yakin jawabannya cuma satu.
Tuhan.
Hanya Tuhan.
Yah…
Dan ketika berbicara tentang Tuhan,
maka aku angkat tangan.
Kenapa?
Karena masalah itu telah selesai dengan membawa nama Tuhan sebagai alasan. Sekian!!!

19 komentar

  1. klo mnrt ayik, cinta itu sndri ap sbnrnya?

    BalasHapus
  2. cuma Allah mas yang punya cinta yang hakiki . cinta yang g akan ada habissnya ... cuma Allah , dan kalo manusia jatuh cinya . pasti dy cinta karna Allah ,,, ^_^
    (febby (biie cuma saiia) )

    BalasHapus
  3. - anonim : the simple definition about love. according me, love is a instinct
    opo kuwi?hmm...maksud'x cinta itu dihati, klo hati kita merasa senang ama sesuatu dan kita bisa memberikan yang terbaik buat yang kita sukai itu, maybe itulah cinta (he..tp tu menurutku lho) :D
    - febby : yup betul..betul..betul..smg cinta kita kpd sesama tdk melebihi cinta kita kepada-Nya, amiin

    BalasHapus
  4. ^^..memberikn yg terbaik kpd yg kita sukai,, berarti itu ekspresinya y..
    lalu, bgmn caranya,spy cnta kita tdk melebihi cinta pada sesama?

    dan, bgmn kita tau, cinta itu tdk melebihi atau sbliknya?

    hehe,,,m'f y.. jd bnyk tnya ini..pengen sharing ^^

    BalasHapus
  5. ralat komen di atas, he..mksdny, cinta kita pdNya tetap yg tertinggi, bgm caranya?

    dan bgm kita tau, bahwa cinta kita pd sesama tdk melebihi cinta kita padaNya?

    hihihi..ma'ap..^^

    BalasHapus
  6. yang pertama dan utama adalah me-NOMOR SATU-kanya, memang praktek tak semudah dengan teorinya :D

    em..sebenarnya saya juga susah menjelaskan bagaimana cara kita mencintai Allah SWT & menempatkannya ttp pada urutan pertama, sebagai gambaran saja begini : misalkan kita jatuh cinta pada seorang lawan jenis, maka gejala yang biasanya kita alami adalah:

    1. selalu ingat sama dia
    2. ingin selalu berada di dekatnya
    3. mau melakukan apa saja untuk dia
    4. ingin selalu membuat dia bahagia
    5. bagi kita, dia lebih penting ketimbang yang lain.
    Dan seterusnya. Mungkin masih banyak gejala lain. Tapi kelima gejala ini saja mungkin sudah cukup sebagai gambaran.

    Nah, untuk mengukur rasa cinta kita kepada Allah SWT, coba kita hubungkan kelima gejala tersebut dengan kecintaan kita terhadap Allah:

    1. Apakah kita selalu ingat pada Allah? Kalau ya,berarti kita tak akan tergoda untuk melakukan maksiat.

    2. Apakah kita selalu ingin berada di dekat Allah? (keinginan seperti ini biasanya terimplementasi dengan sikap kita yang cinta untuk beribadah. Sebab lewat ibadah, kita bisa sering "bertemu" dengan Allah)

    3. Apakah kita mau melakukan apa saja untuk Allah? (termasuk misalnya menyembelih anak kita (*) - kalau itu memang diperintah olehNya - seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, atau seperti ibu-ibu di palestina yang merelakan anak2 mereka mati syahid di medan perang melawan yahudi, dan seterusnya).

    4. Apakah kita selalu ingin membahagiakan Allah? Cara untuk membahagiakan Allah adalah dengan mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Apakah kita sudah melaksanakan hal ini?

    5. Apakah bagi kita, Allah sudah menjadi HAL yang paling PENTING daripada hal lain?

    Keterangan
    (*) Soal menyembelih anak, mungkin contoh ini terlalu ekstrim ya? Saya mengambil contoh ini dari kisah nabi Ibrahim. Kita tahu bahwa perintah menyembelih anak itu sebenarnya hanyalah upaya Allah untuk menguji kecintaan Nabi ibrahim terhadapNya, dan penyembelihan itu tidak benar-benar terjadi. Jadi mohon maaf kalau contoh yang saya berikan terlalu "kejam". Saya yakin, Allah tidak akan pernah menyuruh kita melakukan hal-hal seperti itu, karena Dia pun memerintahkan kita untuk menyayangi anak-anak kita. Saya memberikan contoh itu, hanya sebagai 'brainstorming" aja kok. Mohon maklum ya... :D

    Kalau jawaban dari kelima pertanyaan itu adalah Ya, maka selamat. Kita sudah menjadi hamba yang benar-benar menempatkan Allah sebagai Dzat yang paling kita cintai. Tapi jika masih ada yang jawabannya TIDAK, barangkali kita termasuk hamba yang masih suka "memberhalakan cinta" (mungkin saya juga termasuk yang seperti itu). Karena itu, mari kita sama2 belajar untuk mencintai Allah secara sungguh2.

    CMIIW ^^v

    BalasHapus
  7. mau bantuin mas ayik aja .
    ada nih ayatnya :

    " katakanlah hai Muhammad: jika adalah kalian mencintai Allah , maka ikutilah aku. Maka Allah akan mencintai kalian dan Ia ampuni segala dosa kalian. Dan Allah, Maha pengampun lagi maha penyayang."
    (Ali 'Imran 31)

    BalasHapus
  8. ayik,, ap itu CMIIW? hee..
    syukron infonya ^^...

    iya,, insyaAllah saya paham mksd ayik menjelskn ttg nabi ibrahim itu,, dan saya jg sangat s7 ^^.. bahwa ketaatan padaNya a/implementasi iman yang ada dlm diri kita.. apapun perintah dan laranganNya..

    sptinya,, u/bs sampai pd tahap cinta yang tertinggi dan hakiki ini.. butuh proses yg sangat pnjang n berliku.. dan tak cukup hanya dalm angan2 dan perasaan saja.. bahwa sangat perlu ekspresi kecintaan kita padaNya..

    Dan,,,Allah pun menyatakan, bhwa tak cukup hanya berkata beriman saja, tanpa adanya ujian.. begitu pula,, ketika kita berkata bahwa kita cinta Allah,, maka Allah pun akan menguji kita.. misalnya,, ketika barang atau orang yang kita cintai diambil olehNya dari sisi kita,,, keikhlasan spt ap yg bs qt tunjukkan... benar begitu ayik?
    dan ujian itu,, bs jdi bagian dr tempaan agr kita bs lbh meresapi makna CINTA PADANYA... benar seperti itu?

    kalo bleh tau,, utk bs mencintai Allah dgn sungguh2, ap yg ayik lakukan?

    jika saat ini memang mrasa msh blm sebenar2nya dan msh blj,, langkah2 kongkret spti ap yg bs dilakukan?

    sdhkah mendapatkan hsilnya?seperti apa?

    ayikk,,, ma'ap lagi ya,, hehehe... jadi bnyk cincong ini... ^^v
    mnrt saya,, ini topik yg menarik ^^..



    eby: syukron diingatkan ^^,, smg kita dituntunNya utk bs mengaplikasikan ayat tsb ^^

    BalasHapus
  9. iya.... prakteknya memang butuh perjuangan yang luar biasa

    BalasHapus
  10. - Febby : makasih ya tambahannya, insyaAllah sangat bermanfaat buat saya ^_^
    - Mbak/mas anonim : Hmm...haduh gmn ya, yang saya lakukan selama ini masih jauh dari teori, jauuuh...banget!!!masih sering banget menomor-DUA/TIGA/EMPAT/SEKIAN-kanNya ?
    (satu contoh aja : disaat adzan dikumandangkan, karena dikejar2 laporan/kerjaan, saya masih sering mengulur2 waktu sholat, yang saya rasakan saya masih (sering) takut dengan sanksi yang diberikan bos kalau laporan ndak kelar/lewat waktu, bila dibandingkan sanksi yang (nanti) bakal diberikan Allah kepada saya karena lebih mementingkan duniawi daripada-Nya). Dan masih banyak lagi sih hal2 yang membuat saya merasa tidak (belum bisa) menomor-SATU-kannya.
    Langkah konkritnya apa ya???emm..yang (sedang) saya usahakan sampai saat ini, saya masih dalam tahap belajar & mempelajari apa yang menjadi pedoman hidup saya (Al-qur'an & Al-Hadits) meskipun masih dalam tahap awal (0) tapi insyaAllah ada niatan untuk lebih mendalaminya lagi.
    Yang jelas harus tahu ilmunya dulu sebelum mengamalkannya, kata Nabi Al-Ilmu Qobla Qoul Wal Amal. Nah..baru sampai situlah langkah awal yang sedang saya lakukan, masih mencari ilmunya tapi sedikit2 berusaha mengamalkannya lah, he..ilmu sedikit tapi kalau bisa di amalkan secara kontinyu (istiqomah) insyaAllah lebih besar manfaatnya daripada ilmu banyak tapi ga di amalkan :p
    Untuk hasilnya kayak gimana Wallahua’alam bishowab, tapi Alhamdulillah lebih ada kemajuan dikit dibanding yang dulu, hehe..kalau dulu mencari ilmunya aja males2an apalagi mengamalkannya (ilmu aja ga ada, apa yang mau di amalkan) tapi kalau skrg Alhamdulillah diberi hidayah lebih sedikit semangat buat nyari ilmunya syukur2 bisa mengamalkannya, mohon doanya aja ya ^_^
    Kalau mbak/mas-nya gimana nih, bagi2 tips dan triknya dunk, he..maklum saya masih newbie dalam hal ini? ?

    BalasHapus
  11. ....^_^....

    saya baru bljr juga kq,,,^^.. y, sama2 saling bljr aj y..

    saya dpt masukan dari tmn saya,, katanya,,
    lakukanlah hal2 yang kecil2 dulu seblm menyentuh hal2 besar..misalnya membiasakan membaca do'a harian: ketika mau dan selesai makan, melepas n memakai baju, msk kluar kmr mandi, naik kendaraan, keluar rumah, msk pasar,, dan masih bnyk lagi...

    hal2 kecil yang lainnya misalnya mengenai adab berbicara, berpendapat, mengkritik, adab makan (ex: menggunakan tangan kanan, mengucap do'a, dan sambil duduk)

    membiasakan mengikuti sunnah rosul dimulai dari hal yang kecil dulu,, akan lebih mengena di jiwa ^^

    he'eh... saya sgt s7,, langsung mengamalkan ketika kita sdh tau ilmunya.. karena,, menurut info yg saya dpt dr salh satu shbt saya,, mengatahui ilmunya tapi tdk melaksanakannya tanggungjawabnya lebh besar..

    oo,,, iya,, iman kan naik turun ya.. kalo misal lagi turun, bleh tau ap yg ayik lakukn?

    ttg cinta/tertarik dgn lwn jenis,, terkdng kn bikin kita menomor sekian-kan Allah y.. :(... ap yg ayik lakukan ketika hal itu tjd? dan ap yg ayik lakukan agr itu tdk tjd lagi? heeeeheee... (makin bnyk aj tanyanya ya ^^v sharing gpp kn ayik..)

    makasi ayik,, info dan kesempatan sharing-nya... ^^

    BalasHapus
  12. wah...di wawancarai nih, hihi.. :p
    yup setuju juga sama yg antum bilang, he..smua memang butuh proses & proses itu pasti dimulai dari yang kecil2 dlu ^_^

    "kalo misal lagi turun, bleh tau ap yg ayik lakukn?"jawab : ndak boleh :p
    wah..posisi keimanan saya sekarang masih di bawah, blm pernah naik, jadi yang saya lakukan ya sperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya masih berusaha biar bisa naik, masih memulainya dg hal2 yg kecil dlu, masih perlu banyak belajar

    apa ya yang saya lakukan dulu, em..banyak2 istighfar & menyesal, tapi habis itu secara ndak sadar pasti mengulanginya lagi,pengennya ga ngulangi lagi sih tapi tetep aja ndak bisa, namanya juga masih newbie mbak/mas & masih awam banget tentang agama :(

    sama2, seharusnya antum yang kudu banyak berbagi ilmunya dengan saya, trus bagaimana sebaliknya dengan antum?(ganti balik tanya, pertanyaan sama dengan yang antum tanyakan ke saya) :D

    BalasHapus
  13. ...^^,,, sbnrnya,, gak ada mksd wawancara selidik ini,,, cm pengen share pengalaman.. krn sptinya ayik enak diajak share ^^v..

    m'f,,, klo pertnyaannya trnyt dlm lingkup privasi yg gak bs diutak atik,, hee..^^v..

    oo,, iya.. ttg ini: "iman kan naik turun ya.. kalo misal lagi turun, bleh tau ap yg ayik lakukn?"... hehehe, ad yang kurang,, sbnrnya mw tya,, apa yg dilakukan utk mengatasi agar turunnya itu gak kelamaan, hehehe.. atw gak kelulang lagi.. bukan wktu turun mlkukan ap saja, hee.. ^^v


    waaaaaa.... saya jg sama ini.. newbie.. ^^.. ilmu saya jg msh sgt minim.. msh keteteran mempertahankan keistikomahan, hee..

    hihi,,, kyknya, resiko bertanya mesti balik ditanya lagi ini..

    hehe,, ap y.. sama si,, bnyk2 istighfar klo lgi dlm kondisi futur,, smbil mencari ap yg hrs dibenahi... sambil mencari2 motivasi juga,,hehe..

    yang berusaha saya pertahankan a/feel, niat, dan motivasi yg kuat u/terus lbih n lbh mengenalNya dari hari ke hari.. insyaallah,, jika niat kita benar2 ikhlas krnNya.. DIA akn menuntun kita.. krn saya yakin DIA a/guru terbaik.. dan paling tau kondisi saya,,

    berdo'a.. dan berdialog dgnNya.. a/salah satu upaya,,agr bs lbh ju2r pdNya dan mempertahankan keberadaanNya di hati kita (hihi,, lagi2 ini kta teman saya)


    Y Allahh..smg yg saya tulis ini kebenaran n tdk menjerumuskan orang,, (hee ^^v)..

    syukron ^^

    BalasHapus
  14. oo..iya... saling mendo'akan y,,,
    .. smga DIA selalu membimbing dan menuntun kita di jlan lurusNya (^_^)

    BalasHapus
  15. Salam kenal & semoga selalu di beri kesuksesan selalu.

    BalasHapus
  16. Bagi saya karangan Anda sangat menarik untuk di baca.

    BalasHapus

Tulis Komentar Kamu pada Kotak di Bawah ini: